Sekilas tentang Sejarah Kopi Indonesia

Sejarah kopi Indonesia dimulai dari era kolonialisme. Tanaman kopi adalah spesies vegetasi dalam bentuk pohon yang termasuk dalam famili Rubiaceae dan genus kopi. Pohon ini dapat tumbuh hingga 12 meter. Ini akan berbunga atau mekar sekitar dua tahun. Salah satu varietas berkualitas tinggi adalah kopi Arabika.

Komoditas kopi jenis ini memiliki peran penting terhadap kondisi ekonomi Indonesia sejak periode awal penetrasi kapitalisme internasional komunitas kapitalisme Belanda ke tanah Jawa yang disebut Batavia. Kopi Arabika mencapai perkembangan tinggi karena diakui oleh Belanda. Jenis kopi ini menyebar ke banyak daerah seperti Jawa Barat seperti Bogor, Sukabumi, Banten, dan Priangan selama sistem stelsel budaya pada tahun 1830.

Keberhasilan penyebaran tanaman kopi di wilayah Jawa dan daerah lain umumnya digunakan karena didukung oleh lahan vertikal, iklim yang sesuai, tenaga kerja yang memadai, dan sistem aplikasi stelsel kultur. Sistem stelsel budaya memberikan penghasilan besar terhadap pemerintah Belanda. Mungkin juga terjadi karena monopoli perdagangan kopi.

Sejak saat itu, produksi kopi memberikan peran signifikan terhadap surplus ekonomi yang diperoleh pemerintah Belanda. Fakta ini membuat penyebaran perkebunan kopi menjadi lebih luas. Secara otomatis, itu membuat kopi menjadi produk perkebunan nomor satu yang mengalahkan tingkat kenaikan tebu. Dari usia ini, produksi kopi menjadi populer di wilayah Indonesia. Hingga saat ini, Indonesia diakui sebagai salah satu negara pengekspor kopi terbesar di dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *